Coret Aja

Coretan Doang, Jangan Serius Amat lah ….

Joke

KENAPA KAMU MEROKOK ??
Ada seorang pelajar yang sedang menunggu bus sambil merokok ditegur olehseorang polisi.
Polisi: “Kenapa kamu merokok?”
Pelajar: “Saya suka, Pak.”
Polisi : “Dari mana uang kamu untuk membeli rokok?”
Pelajar: “Dari uang jajan Saya.”
Polisi : “Sehari kamu habis berapa? Dan harganya berapa?”
Pelajar: “Paling satu bungkus dan harganya sekitar Rp. 4000, Pak.”
Polisi : “Kenapa uang Rp. 4000 kamu bakar setiap hari? Coba kamu Kumpulkan uang itu selama setahun, mungkin kamu bisa membeli sepeda motor, tidak perlu menunggu bus yang berdesakan seperti saat ini.”
Pelajar: “Sekarang saya boleh tanya sama bapak?”
Polisi : “Tentu.”
Pelajar: “Apakah bapak merokok?”
Polisi : “Tentu tidak.”
Pelajar: “Kok Saya tidak melihat motor Bapak?”

 

TUKANG ROTI
Waktu itu ada tukang roti lewat, terus temen gue — Cemplon — manggil, kontan tukang roti itu nyamperin  kita yang lagi duduk-duduk santai ditaman deket rumah.
Cemplon : “Ada roti apa’an aja, Bang?”
Tkg. Roti : “Macem-macem, Neng!”
Cemplon : “Ini apa’an, Bang?”
Tkg. Roti : “Ini nanas.”
Cemplon : “Kalo yang ini?”
Tkg. Roti : “Ini mah kelapa, Neng.”
Cemplon : “Nah, kalo yang ini???”
Tkg. Roti : “Kalo yang ini mah, srikaya”
Cemplon : “Roti-nya mana, Bang??? Dari tadi buah-buahan melulu???”

INTERVIEW.
Suatu hari Didi melamar ke suatu perusahaan angkutan kota.
Bona (HRD Manager): “Apabila Saudara diterima di perusahaan ini, berapa gaji yang Saudara harapkan?”
Didi: “Saya ingin gaji dalam US dollar saja, Pak. Tidak usah terlalu tinggi, cukup USD 10.000 saja”
Bona: “Boleh juga, sesuai dengan jabatan yang Saudara lamar. Ehm… bagaimana kalau perusahaan menawarkan lebih banyak: Kami sediakan mobil Mercedes lengkap dengan supirnya, rumah di Pondok Indah dengan kolam renang, liburan setiap akhir minggu ke Bali, cuti 14 hari setiap akhir tahun ditambah bonus 12 kali gaji?”
Didi (dengan rasa girang campur tidak percaya): “Ah, jangan bercanda, pak!”
Bona: “Lho… kan Saudara duluan yang mengajak bercanda… !!!”

 

KEJUJURAN
Pada suatu hari ada seorang penebang kayu yang sedang menebangi cabang sebuah pohon yang melintang di atas sungai. Tiba-tiba kapaknya terjatuh ke sungai itu. Ketika ia mulai menangis, Tuhan menampakkan diri dan bertanya, “Mengapa kamu menangis?”
Si penebang kayu menjawab bahwa kapaknya telah terjatuh ke dalam sungai. Segera Tuhan masuk ke dalam air dan muncul dengan sebuah kapak emas. “Inikah kapakmu?” Tuhan bertanya. “Bukan” si penebang kayu menjawab. Tuhan masuk kembali ke air dan muncul dengan kapak perak. “Inikah kapakmu?” Tuhan bertanya.
“Bukan” si penebang kayu menjawab. Sekali lagi Tuhan masuk ke air dan muncul dengan kapak besi. “Inikah kapakmu?” Tuhan bertanya. “Ya” jawab si penebang kayu.
Tuhan sangat senang dengan kejujurannya dan memberikan ketiga kapak itu kepadanya. Si penebang kayu pulang ke rumahnya dengan hati bahagia. Beberapa waktu kemudian, si penebang kayu berjalan-jalan di sepanjang sungai dengan istrinya. Tiba-tiba sang istri terjatuh ke dalam sungai. Ketika ia mulai menangis, Tuhan menampakkan diri dan  bertanya,”Mengapa k’moe menangis?” Si penebang kayu menjawab bahwa istrinya telah terjatuh ke dalam sungai. Segera Tuhan masuk ke dalam air dan muncul dengan Sophia Latjuba. “Inikah istrimu?” Tuhan bertanya. “Ya” si penebang kayu menjawab.
Mendengar itu, Tuhan menjadi sangat marah. “Kamu berbuat curang! Aku akan mengutukmu…” tegur Tuhan.
Si penebang kayu segera menjawab, “Maafkan saya, ya Tuhan. Ini hanya kesalahpahaman belaka. Kalau saya berkata ‘Bukan’ pada Sophia Latjuba, Engkau pasti akan muncul kembali dengan Kris Dayanti. Kalau saya juga berkata ‘Bukan’ kepadanya, pada akhirnya Engkau pasti akan muncul dengan istri saya dan saya akan berkata ‘Ya’. Kemudian Engkau pasti akan memberikan ketiganya kepada saya. Saya adalah orang miskin. Saya tidak akan mampu menghidupi mereka bertiga. Itu sebabnya saya menjawab ‘Ya’.”

 

DI BAWAH-BAWAH ITU SEDIKIT..
3 orang professor masing2 dari AS,Jerman dan Indonesia mengadakan konferensi
teknologi di Bali,masing2 mereka menceritakan hasil penelitian terbaru
mereka :
AS : Di negara saya Pesawat terbang udah dapat mencapai ketinggian sama
dengan matahari
Jer & INDO : AH…Masaa..???
AS : Hee..hee di bawah-bawah itu sedikit..
Jer & Indo : OOOO…..Gitu..mmmmm
Jerman : Dinegara saya mobil udah bisa lari dengan kecapatan 100 Km/Mnt
AS & Indo : Hahh..masa’ …iya..?????
Jerman : Hee..di bawah- bawah itu sedikit..
As & Indo : OOO..hmmmm..Iya..ya.
Indonesia : Di indonesia seorang wanita dapat melahirkan dari Lobang
pusarnya…
AS & Jer : Hahh..Gile..yang Benar..!!!
Indonesia : emmm..di bawah – bawah itu sedikit…

 

BERBISA
Dua ekor ular sedang menelusuri sawah mencari mangsa. Tiba-tiba ular pertama
bertanya, “Kita ini jenis ular yang berbisa nggak sih?”
“Entahlah, aku tak tahu. Emangnya kenapa?”
“Barusan aku tak sengaja menggigit bibirku ….”

 

PERSAINGAN AYAM JANTAN
Di suatu peternakan ayam, didatangkan seekor ayam jago muda untuk
menggantikan ayam jago tua. Ayam pejantan tua yang ada sebenarnya masih
diandalkan, tetapi ayam pejantan muda itu dibeli untuk regenerasi. Tentu
saja pejantan tua ini tersinggung dan tidak mau begitu saja digeser. Maka
dia menantang pejantan muda untuk membuktikan siapa yang paling kuat dan
hebat, dengan cara berlari sepuluh kali memutari pagar halaman peternakan.
Ayam jago muda yang merasa bangga dengan statusnya, berpikir dengan
sombongnya bahwa dia dapat dengan mudah dapat mengalahkan ayam jago tua.
Bahkan dia berkata,
“Oke pak tua, kita bertanding! Bapak boleh berlari setengah putaran lebih
dahulu.”
Wah, si pejantan muda ngasih “voor” ke yang tua. Maka mereka mulai
bertanding. Diiringi sorak-sorai ayam-ayam betina. Putaran ke satu, jelas si
Tua masih di depan. Putaran ke dua, mulai sedikit terkejar. Putaran
ke-empat, jaraknya mak! in kecil. Putaran ke lima si Muda sudah tepat
dibelakang si Tua. Sehingga kelihatannya mereka saling berkejaran.
Peternak ayam yang mendengar ribut-ribut di peternakannya, keluar membawa
senapan, menduga mungkin ada maling atau binatang lain yang mengganggu. Dia
melihat balapan lari antar pejantan tersebut, dan akhirnya dia mengangkat
senapannya dan menembak mati pejantan muda. Peternak pulang ke rumah sambil
menggerutu,
” Sialan, tiga kali beli pejantan muda, semuanya banci.”

 

 

 

 

June 16, 2008 - Posted by | Seru-seruan !!

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: