Ceramah cak Nun : Agama & Istri Tetangga
Di milis ini kerap kita jumpai posting berbau agama. Atau perdebatan
yang menjurus pada perdebatan soal agama. Kadang perdebatannya begitu
panas. Sindir-menyindir atau ejek mengejek. Buat saya itu menyedihkan.
Saya teringat waktu lebih dari 15 tahun yang lalu belajar di Jogja.
Waktu itu, tiap Rabu malam, saya dan teman-teman memilih nglurug ke
patang puluhan, rumahnya Cak Nun, ini panggilan akrabnya penyair dan
kiai mbeling Emha Ainun Nadjib. Kita bikin forum melingkar di situ.
Biasanya kita bicara soal kesenian atau kebudayaan, tapi juga
ngobrolin soal keagamaan.
Forum itu diprakarsai oleh Sanggar Shalahuddin. Komandannya anak Solo,
Nasution Wahyudi. Ini nama asli Jawa, nggak ada hubungannya dengan
Nasution yang dari Medan. Pesertanya juga tidak cuma mahasiswa atau
pemuda yang beragama Islam. Pendek kata, pemeluk berbagai agama
berkumpul melingkar disitu.
Suatu malam, Cak Nun tanya pada kami di forum itu.
“Apakah anda semua punya tetangga?”
Wah, saya sebenarnya belum punya. Tetapi saya anak kost, tentu saja
kamar sebelah saya bisa disamakan dengan tetangga. Tetangga kost. Jadi
saya ikut-ikutan saja menjawab : “Tentu saja punya”.
Cak Nun melanjutkan bertanya : “Punya istri enggak tetangga Anda?”
Sebagian hadirin menjawab : “Ya, punya dong”. Saya diam saja. Rasanya
tetangga kost saya bujangan semua. Kebanyakan jomblo. Maklum anak
desa. Nggak pede ngajak pacaran teman kampusnya.
Yang menarik adalah pertanyaan berikutnya : “Apakah anda pernah lihat
kaki istri tetangga Anda itu? Jari-jari kakinya lima atau tujuh? Mulus
atau ada bekas korengnya ?”
Saya mulai kebingungan. Nggak ngeh sama arah pembicaraan Cak Nun.
Kebanyakan menjawab : “Tidak pernah memperhatikan Cak. Ono opo Cak?”
Cak Nun ndak peduli. Dia tanya lagi : “Body-nya sexy enggak?”
Kami tak lagi bisa menahan tertawa. Geli deh. Apalagi saya yang
benar-benar tidak faham arah pembicaraan sang Kiai mbeling itu.
Cuma Cak Nun yang tersenyum tipis. Jawabannya bagus banget. Dan ini
senantiasai saya ingat sampai hari ini. Sebuah prinsip pergaulan untuk
sebuah negeri yang memilih Pancasila : “Jadi ya begitu. Jari kakinya
lima atau tujuh. Bodynya sexy atau tidak bukan urusan kita,kan? Tidak
usah kita perhatikan, tak usah kita amati, tak usah kita dialogkan,
diskusikan atau perdebatkan. Biarin saja”.
“Kenapa cak?” salah satu teman bertanya, penasaran.
“Ya apa urusan kita ? Nah, keyakinan keagamaan orang lain itu ya
ibarat istri orang lain. Ndak usah diomong-omongkan, ndak usah
dipersoalkan benar salahnya, mana yang lebih unggul atau apapun.
Tentu, masing-masing suami punya penilaian bahwa istrinya begini
begitu dibanding istri tetangganya, tapi cukuplah disimpan didalam
hati saja”.
Saya pun menangkap apa yang dia maksudkan. Saya setuju dengan pandangan Cak Nun.
Dia melanjutkan serius : “Bagi orang non-Islam, agama Islam itu salah.
Dan itulah sebabnya ia menjadi orang non-Islam. Kalau dia beranggapan
atau meyakini bahwa Islam itu benar ngapain dia jadi non-Islam?
Demikian juga, bagi orang Islam, agama lain itu salah, justru berdasar
itulah maka ia menjadi orang Islam. Tapi, sebagaimana istri tetangga,
itu disimpan saja didalam hati, jangan diungkapkan, diperbandingkan,
atau dijadikan bahan seminar atau pertengkaran.
Biarlah setiap orang memilih istri sendiri-sendiri, dan jagalah
kemerdekaan masing-masing orang untuk menghormati dan mencintai
istrinya masing-masing, tak usah rewel bahwa istri kita lebih mancung
hidungnya karena Bapaknya dulu sunatnya pakai calak dan tidak pakai
dokter, umpamanya. Dengan kata yang lebih jelas, teologi agama-agama
tak usah dipertengkarkan, biarkan masing-masing pada keyakinannya. “
Mengasyikkan. Saya kagum dibuatnya.
Cak Nun terus berkata : “Itu prinsip kita dalam memandang berbagai
agama. Sementara itu orang muslim yang mau melahirkan padahal motornya
gembos, silakan pinjam motor tetangganya yang beragama Katolik untuk
mengantar istrinya ke rumah sakit. Atau, Pak Pastor yang sebelah sana
karena baju misanya kehujanan, padahal waktunya mendesak, dia boleh
pinjam baju koko tetangganya yang NU maupun yang Muhamadiyah. Atau ada
orang Hindu kerjasama bikin warung soto dengan tetangga Budha,
kemudian bareng-bareng bawa colt bak ke pasar dengan tetangga
Protestan untuk kulakan bahan-bahan jualannya.Begitu. “
Kami semua terus menyimak paparannya.
“Jadi ndak usah meributkan teologi agama orang lain. Itu sama aja anda
ngajak gelut tetangga anda. Mana ada orang yang mau isterinya dibahas
dan diomongin tanpa ujung pangkal. Tetangga-tetangga berbagai pemeluk
agama, warga berbagai parpol, golongan, aliran, kelompok, atau apapun,
silakan bekerja sama di bidang usaha perekonomian, sosial, kebudayaan,
sambil saling melindungi koridor teologi masing-masing. “
“Kerjasama itu dilakukan bisa dengan memperbaiki pagar bersama-sama,
bisa gugur gunung membersihkan kampung, bisa pergi mancing bareng bisa
main gaple dan remi bersama. Tidak ada masalah lurahnya Muslim,
cariknya Katolik, kamituwonya Hindu, kebayannya Gatholoco, atau
apapun. Itulah lingkaran tulus hati dangan hati. Itulah maiyah,”
ujarnya.
Ketika mengatakan itu nada Cak Nun datar, nyaris tanpa emosi. Tapi
serius dan dalam. Saya menyimaknya sungguh-sungguh. Dan saya catat
baik-baik dalam hati saya. Sayangnya dunia memang tidak ideal. Di
Ambon dan Palu, misalnya saya lihat terlalu banyak orang usil
mengurusi isteri tetangganya. Begitu juga di berbagai tempat di dunia.
Di Bosnia. Atau yang paling baru di Irak dan Afghanistan. Akibatnya ya
perang dan hancur-hancuran. Menyedihkan. Sangat menyedihkan.
Joke Engineer
Alkisah ada seorang engineer kenthir bernama prayitno,ST yg bekerja di pabrik manufaktur elektronik Jepang, ni orang baru aja lolos tes perusahaan KPS Migas dari Eropah (jelas gede duitnya) dan mau resign, berikut ini perdebatannya dengan manajernya kita singkat aja ya, manajer = M, dan prayitno = P
M = edan kowe yo prayitno, lagi S-2 dah mau resign, di mana morality
kmu?
P = morality saya ikut berlari bersama morality perusahaan, yg nyuruh karyawannya lembur2 melebihi aturan pemerintah ampe sakit tapi tunjangan kesehatan gak full
M = sebenernya mau kmu apa? dimana2 kerja itu sama. Saya udah menjalani
2 company sebelum ini
P = karena kerja dimana2 itu sama, makanya saya gak ragu resign pak, wong sama aja kok, cuma rewardnya yg beda tho…. ya saya pilih yg rewardnya lebih
M = kenapa kmu gak mencoba profesional disini aja, klo alasannya reward, kan nanti karir serta salary kmu juga bakal naik klo kmu bertahan P = kenapa saya harus nunggu, klo ada company yg nawarin itu skarang?
M = tapi sayang sekali, saya pandang kmu yg paling berpotensi diantara yg lain P = bapak udah ngomong gitu ke semua engineer yg resign sebelum saya
M = tidak, ini serius, kmu memiliki potensi besar, disini kmu bisa sukses! daripada kmu memulai lagi dari bawah di company lain yg blum ketauan ntar disana kmu bakal sukses ato gak P = disini juga sama aja saya blum tau bakal sukses apa gak, wong namanya masa depan kok. Sama2 gak ketauan, tapi yg satu awalannya lebih baik, ya pilih yg lebih baik dunk……
M = maksud kmu lebih baik itu apa? money? uang itu bukan segala2nya P = klo emang begitu ngapain company costdown gaji saya, apa artinya uang segitu untuk mempertahankan eksistensi engineer
M = Kta kan tidak hanya mengejar uang. Klo orientasi kmu hanya uang, kmu hanya mengejar “live”. No difference with kambing, Bekerja hanya untuk bertahan hidup, Kmu itu engineer!!!! harus berorientasi pada yg lebih mulia, bekerja untuk berkarya, untuk mengembangkan diri P = saya pengennya seperti itu, makanya saya resign. Gimana saya mau lepas dari orientasi “live” klo tiap bulan saya harus pusing mikir bayaran kos, pulsa, makan, ngirim ortu, nabung buat merit. Naaaa skarang ada company yg nawarin itu, salary yg membuat saya tenang, tak berpikir lagi tentang “live exixtency”. So, boleh dunk saya ambil untuk menaikkan derajat pekerjaan saya
M = prayitno…. klo kmu ngejar yg lebih baik, gak akan abis2…. selalu ada yg lebih baik. saya sudah mengalaminya di 2 company terdahulu P = emang gak bakal abis pak…. karena itu, ngapain saya abisin disini?
mending saya terus2an dapet yg lebih baik ampe brenti karena cape.
lagian Bapak juga nyatanya bisa brenti kan?
M = Nyatanya itu si pak Bambang bisa sukses disini sampe level Director, itu karena dia sabar disini P = pantesan pak Bambang tampangnya kaya gitu. Dah nyingkirin brapa orang dia pak buat ke posisi itu? Iya jabatan si Director, tapi mobilnya sama ma manajer di company baru saya.
mendingan saya jadi GM disana dunk daripada jadi director disini
M = inilah yg membuat bangsa kta gak maju2. Oportunis. Orang jepang maju karena loyal P = loyalitas tu kata2 pembenaran buat ngegaji orang dibawah level pendidikannya pak. Betul jepang itu maju. Tapi lihatlah, terjadi ketimpangan karir antara lelaki dan wanita. karena lelakinya gila kerja semua, mereka jarang menemui anaknya, akibatnya istri2 mereka harus mengimbanginya, ngalah keluar dari kerja buat nambal waktu bapak yg hilang untuk anak2nya karena bokapnya lebih cinta kerja daripada mereka.
Tanya deh cewek jepang, lelaki jepang tu paling gak romantis. Ce bawa tas berat aja dicuekin
M = tapi dimana responsibility kmu?
P = responsibility tu apa pak? perasaan dulu saya pernah punya, pas
awal2 masuk disini, tapi kata2 itulah yg dijadikan pembenaran untuk menindas saya. Atas nama responsibility, saya mengorbankan kesehatan untuk ketepatan schedule launching produk yg jelas2 merupakan percepatan uang masuk ke kantong pemilik saham.
Betul, manusia harus punya responsibility. Apa responsibility paling utama? keluarga. Anak dan istri adalah amanah dari Yg Diatas.
M = kmu kurang bersyukur, masih banyak orang yg susah dapet kerjaan P = saya dah diterima Pak, itu rejeki dari Yg Diatas, Klo gak saya ambil, itu yg namanya gak bersyukur. Yg Diatas itu tau kebutuhan kta.
Makanya Dia memberi saya kerjaan baru, mungkin karena kebutuhan saya meningkat. Selain itu, Yg Diatas juga memberi pekerjaan pada satu orang pengangguran yg akan menggantikan posisi saya disini setelah resign
M = EDAN KOWE PRAYITNOOOOO! !!!! nek ngono aku yo melu resign…… ….
P = raiso pak…. kowe wis tuwo. Cuma bisa ngelamar ke yg sesuai background. Cuma terbatas di sesama manufaktur elekronik hehehhee cacingan deh lo…..
Komitmen
Tanda bahwa sebuah organisasi sudah mulai tidak efektif adalah kalau karyawan sudah tidak lagi ingin kompak satu sama lain. Seorang eksekutif HRD menceritakan betapa karyawannya harus ditakut-takuti dengan absensi kehadiran, agar mau terlibat dalam kegiatan ataupun meeting yang tidak langsung berdampak ke pekerjaan, seperti donasi, fun activities atau meeting bipartite. Memang, para karyawan tidak sampai memukul, baik dari depan maupun dari belakang, tidak saling menghina ataupun tidak menyatakan tidak percaya satu sama lain, secara kasat mata, hubungan interpersonal kelihatan harmonis, namun, bila perlu adanya koordinasi, katakanlah, crash program, pembenahan kantor ataupun program yang sifatnya non kritikal tetapi perlu dikeroyok rame-rame, barulah terlihat bahwa komunikasi dan kkordinasi seolah sulit sekali diatur dan diimplementasikan ke dalam kegiatan yang terarah. Disinilah sesungguhnya kita bisa menyaksikan ketidakefektifan sebuah organisasi.
Banyak sekali ribut-ribut di perusahaan yang diakhiri dengan komentar, “ini cuman masalah komunikasi, kok…”kita banyak lupa bahwa tidak efektifnya komunikasi merupakan “dosa” manajemen yang sangat besar. Hasil yang kita telan dari tidak efektifnya komunikasi adalah karyawan tidak ter-konek dengan misi perusahaan, merasa “tertinggal dalam gelap” dan tidak memahami bagaimana berpartisipasi dan melibatkan diri secara sesuai. Tidak efektifnya komunikasi ini , dalam keadaan parah bisa tidak terdeteksi lagi. Yang terlihat justru pada tidak berkomitmennya setiap bagian, individu atau kelompok terhadap apa yang sudah di –iyakan, dijanjikan atau direncanakan. Lebih parah lagi bila komitmen terhadap “deadline”, waktu, kuantitas tidak bisa dinyatakan lagi. Semua rencana dan tindakan hanya bersifat mengambang. Disinilah kita perlu waspada terhadap matinya spirit perusahaan atau lembaga karena sakitnya komitmen.
Dari Komitmen ke Laba Perusahaan
Sudah tidak zamannya lagi orang menomorduakan komitmen karyawan di dalam pertimbangan pengembangan organisasi, karena jelas-jelas komitmen karyawan sudah menjadi daya saing utama
Dalam bisnis. Komitmen bisa terlihat dalam beberapa bentuk. Kita bisa lihat komitmen berkelas rendah karena individu butuh “memperpanjang” karirinya di perusahaan dan tidak punya pilihan lain dalam karirinya, yang sering disebut sebagai “continuance commitment”. Ada juga individu yang komit demi loyalitas, kedisiplinan, dan kepatuhannya pada perusahaan atau komitmen yang bersifat normatif. Orang yang komitmennya normatif akan melakukan segala sesuatu yang diperintahkan organisasi, walaupun tindakan tersebut belum tentu sesuai dengan keinginan pribadinya. Perusahaan sebetulnya perlu memancing sebanyak-banyaknya komitmen afektif, dimana passion dan kesungguhan individu untuk berkontribusi, mengkompakkan diri berlandaskan kesamaan pemikiran, sasaran dan idealisme profesinya dengan perusahaan. Komitmen sampai level afektif dan passion ini tentunya tidak didapatkan secara gratis karena sesungguhnya bermula dari kemudahan, konsistensi dan kejelasan sistem dan prosedur di perusahaan. Kejelasan aturan main menjadikan karyawan bisa mengandalkan dan berpegang pada aturan. Dalam perkembangannya, karyawan jadi bisa tahu dimana ia bisa “ikut bermain” dan menikmati pekerjaannya, bahkan memperbaiki kinerjanya dari waktu ke waktu. Hanya dalam tingkatan inilah komitmen karyawan perusahaan bisa terasa oleh pelanggan, sehingga pada akhirnya pelanggan pun komit untuk berbisnis dengan perusahaan. Bila sudah mencapai tingkatan ini, perusahaan baru bisa mengeruk keuntungan bermodalkan komitmen karyawan. Kita sebagai nasabah tentunya senang berbank dengan bank yang karyawannya jelas-jelas bekerja keras, berkinerja dan berjuang demi kepuasan nasabah dan kesuksesan perusahaannya ketimbang bank yang santai dan tidak mengejar sasaran yang jelas.
Komitmen : Penyatuan Risiko Dengan Tindakan
Menurut para ahli, komitmen sangat berbeda dengan janji atau sekedar pelaksanaan kewajiban. Kewajiban berasal dari otoritas eksternal, sementara komitmen berasal dari dalam diri seseorang. Selain itu komitmen mengandung bobot yang jauh lebih tinggi, karena berkomitmen berarti menyadari dan bersedia menerima resiko tindakan yang sudah diputuskan untuk diambil oleh individu. Bila seorang ahli bedah sudah berkomitmen untuk menyelesaikan suatu kasus, ia akan berusaha sekuat-kuatnya untuk menyembuhkan si pasien, apakah melalui tangannya sendiri ataupun dengan bantuan ahli lain. Demikian pula, seorang kepala cabang yang sudah berkomitmen untuk mencapai level KPI (Key Performance Indicator) tertentu, akan serta merta mengerahkan segala upaya untuk mencapainya. Tentunya ada resiko ia tidak disukai oleh anak buah karena anak buahnya didera untuk bekerja keras. Namun, tanpa pengambilan resiko tersebut, komitmen atasan akan terasa hampa, ringan tidak bertenaga. Disini, komitmen justru memberi “flavor” pada kerja keras kelompok.
Dalam sebuah kelompok kerja, komitmen akan terasa bila individu dalam kelompok mau “tune in”, mendukung “action”, bersedia untuk di-“expose”, siap bertanggung jawab terhadap tugas, dan bahkan ikut serta dalam menghandle dilema yang pasti muncul dalam mengembangkan tugas. Dari sini jelas kita bisa melihat bahwa gejala “loh kok saya ?” atau “bukan saya..” tidak laku, karena sikap defensive merupakan pertanda bahwa komitmen individu tidak ada.
Komitmen Itu Pilihan
Beda tipis dengan kepatuhan dan kewajiban yang normatif, komitmen afektif adalah sepenuhnya pilihan individu. Individu yang memilih untuk komit biasanya sudah melalui proses pertimbangan terhadap kebutuhan dan visinya sendiri dan juga sudah yakin akan dampak sikapnya. Karena itu, individu yang berkomitmen tinggi, bisa memberikan “impact” yang lebih besar di pekerjaan, lebih persuasif, lebih terbuka terhadap kemungkinan dan kritik. Pilihan perilaku yang diambil seseorang yang berkomitmen pun akan diarahkan apda dua hal yang sangat penting, yaitu mendukung dan mengembangkan, karena hanya dengan sikap seperti inilah kelompok dapat maju dan mencapai tujuan yang sudah sama sama dipahami.
Komunikasi mengikuti “The 51% Rule”
Rapat-rapat yang diikuti oleh orang-orang berkomitmen tinggi akan memakan waktu jauh lebih singkat daripada individu peserta rapat ragu akan komitmennya. Untuk membuat peserta lain “hadir” dalam tantangan yang sedang dibicarakan, seorang ahli komunikasi membuat formula, yaitu bila setiap orang yang sedang berkomunikasi, yang sudah pasti harus dua arah, mengambil 51% tanggung jawab terhadap keberhasilan komunikasi dan follow upnya, maka komunikasi pasti akan dipenuhi oleh spirit komitmen yang utuh. Hanya dengan cara inilah, kita dapat mengejar “the extra mile” dan menikmati pekerjaan.
Seberapa Besar Kapasitas Aktual Diri Anda?
Disekitar kita; begitu banyak orang hebat yang mengagumkan. Mereka
memiliki kemampuan diatas rata-rata. Sehingga terlihat unggul dari
manusia lainnya. Ketika dihadapkan pada suatu pekerjaan atau tugas
tertentu, mereka selalu bisa menyelesaikannya dengan lebih baik dari
orang lain. Ketika mereka dihadapkan pada situasi sulit tertentu,
mereka selalu bisa menangani kesulitan itu dengan lebih baik dari
orang lain. Ketika prestasi mereka dievaluasi, track record-nya lebih
cemerlang dari kebanyakan orang. Seolah-olah, mereka benar-benar
manusia paling ideal untuk pekerjaan yang ditanganinya. Itu membuat
kita bertanya; “Mengapa Tuhan memberikan talenta begitu hebatnya
kepada dia? Sedangkan kepada saya tidak. Jika saya diberkahi
kemampuan yang seperti itu, pasti saya akan berprestasi seperti orang
itu.” Benarkah demikian?
Beberapa waktu lalu, saya merasakan bahwa kemampuan lap top saya
sudah menurun sangat jauh sekali dari sebelumnya. Padahal, dia
menggunakan processor yang pasti memadai untuk mendukung kinerja
seorang perofesional. Kinerjanya yang semakin memburuk membuat saya
tidak mampu menyembunyikan ketidaksabaran ini, sampai-sampai boss
saya memergoki dan bilang; “Be patience Dadang, it is still
processing…” katanya. “She has to perform faster if she still wants
to work with me,” saya menyahut. Tapi, kecaman saya tidak membuatnya
bekerja lebih cepat. Padahal, saya sudah melakukan clean disk, dan
juga defrag. Akhirnya, minggu lalu saya mengirim memo kepada teman-
teman di BT, bahwa saya mau lap top yang bisa bekerja lebih cepat.
Tak lama kemudian, lap top itupun masuk ke dalam klinik untuk
diperiksa para dokter spesialis computer, sebelum kembali keruang
kerja saya beberapa jam berikutnya. Tahukah anda, bagaimana
kinerjanya sekarang? Wuish, she runs like a flash! Sampai-sampai saya
terkejut dibuatnya. Sehingga saya tidak sabar untuk bertanya;”Man,
elo apain tuch lap top gue?”
Teman BT saya berkata;”Ditambah RAM-nya jadi dua kali lipat, Pak.”
“Cuma begitu doank?”
“Iya. Hanya itu.” Jawabnya. Saya tahu dia bangga dengan hasil
kerjanya. Dan saya sangat menghargai usahanya.
“Nggak elo ganti processornya?”
“Nggak Pak,” katanya. “Masih bagus, kok.” Lanjutnya.
Saat itu saya menyadari, bahwa processor adalah potensi atau
kapasitas maksimal tentang apa yang bisa dilakukan oleh sebuah
computer. Dalam diri manusia, itulah yang biasa kita sebut sebagai
talenta atau bakat, alias kapasitas terpendam dalam diri seseorang.
Dalam computer, fungsi processor itu penting pada saat kompuetr
sedang diaktifkan untuk bekerja. Ini menentukan sampai sejauh mana
fungsi computer itu bisa dimaksimalkan. Bagi manusia, fungsi talenta
itu penting pada saat kita sedang bekerja atau melakukan suatu
aktivitas. Ini menentukan sampai setinggi apa kita bisa berprestasi.
Sekarang, RAM itu apa? Mengapa meningkatkan RAM dua kali lipat bisa
menaikkan kinerja processor computer itu sedemikan bermaknanya? RAM
adalah sebuah playing ground. Tempat dimana file-file ditarik dari
hard disk dan siap untuk diaktifkan. Dioperasikan. Diolah.
Dieksekusi. Ditambah gambar ini dan itu. Meskipun kemampuan
prosesornya tinggi, namun jika RAM-nya terlampau kecil untuk
menampung file-file yang sedang diaktifkan, maka kinerja computer itu
akan menjadi sangat buruk. Dia tidak bisa menjadi computer canggih.
Manusia juga demikian. Meskipun talentanya besar. Potensi dirinya
tinggi. Namun, jika kapasitas playing ground-nya terlampau kecil
untuk menampung seluruh potensi diri itu, maka kinerjanya akan buruk
juga. Dia tidak akan bisa menjadi manusia unggul.
Ngomong-ngomong, bukankah kita seringkali berbangga hati dengan
menyebutkan bahwa; “manusia adalah super computer?” Jika klaim itu
benar adanya; bukankah seharusnya kita bisa lebih hebat dari computer
tercanggih sekalipun? Mungkin itu benar jika konteks yang kita maksud
adalah talenta atau potensi diri yang kita miliki. Sebab, kita
percaya bahwa kemampuan otak kita saja konon baru digunakan tidak
sampai 5% saja. Tetapi, jika kita berbicara tentang actualized
individual potential, maka kita harus bertanya ulang. Mengapa?
Karena, kita sudah bertemu dengan begitu banyak orang yang
sesungguhnya sangat berbakat, namun pencapaiannya tidak sampai kemana-
mana. Sebab, orang-orang ini telah membiarkan playing ground-nya
menjadi begitu kecil.
Pertanyaannya sekarang adalah; bagaimana caranya memperbesar playing
ground diri kita? Ada banyak cara. Satu, melatih diri untuk sesuatu
yang lebih tinggi. Berapa banyak dari kita yang bersedia menantang
diri sendiri untuk menguasai keterampilan-keterampilan baru?
Kenyataannya kita sudah cukup puas dengan kemampuan yang kita miliki
saat ini. Melatih diri untuk sesuatu yang baru itu menguras tenaga.
Membutuhkan waktu. Dan memerlukan komitment. Mengapa kita harus
bersusah payah begitu jika kita sudah puas dengan keadaan sekarang?
Dua, meninggalkan comfort zone. Ada banyak peluang baru dalam jarak
setengah sentimeter dari diri kita. Namun, untuk meraihnya kita harus
bersedia keluar dari zona kenyamanan kita. Mungkin kita harus
meninggalkan kestabilan menuju kepada hal yang tidak menentu untuk
sementara waktu. Kita perlu menyesuaikan diri kembali. Kita harus
merevisi asumsi-asumsi diri. Dan banyak hal lagi yang mesti kita
ubah. Tetapi, berapa banyak dari kita yang bersedia meninggalkan
comfort zone seperti itu? Jika kondisi sekarang sudah membuat kita
enak, mengapa kita harus meninggalkan kenyamanan ini untuk sesuatu
yang beresiko dan penuh teka-teki?
Tiga, bersedia membayar harganya. Ketika kita melihat orang lain
berprestasi tinggi, seringkali kita hanya melihat hasil akhirnya
saja. Yaitu, berupa pencapaian hebat orang itu. Lalu, kita
berkata; “Beruntungnya dia. Tuhan telah berbaik hati memberinya
talenta yang hebat.” Kita tidak pernah tahu bahwa orang itu telah
selama bertahun-tahun mengurangi jam tidurnya. Membuang kesenangannya
bermain-main dengan game computer yang menyita begitu banyak waktu,
tenaga dan biaya itu. Memeras pikirannya. Memaksa diri untuk
berdisiplin tinggi. Dan hanya berfokus kepada hal-hal yang akan
membawanya kepada peningkatan kualitas diri secara progresif.
Kita tidak pernah mengetahui semua kerja keras yang dilakukan oleh
orang itu. Karena kita terlampau silau oleh hasil akhir yang
dicapainya, sambil sesekali menelan ludah. Yang sebenarnya terjadi
adalah; `Hanya setelah orang itu bersedia membayar semua harganya
sajalah, dia baru bisa sampai kepada pencapaian itu.’ Lagi pula,
kalau pun kita tahu pahit dan sulit serta terjal berlikunya jalan
yang harus dia tempuh; belum tentu kita mau mengikuti jejak
langkahnya, bukan? Padahal, ketiga hal itulah yang sesungguhnya telah
berhasil menjadikan playing ground-nya menjadi semakin besar.
Sehingga kapasitas dirinya juga menjadi semakin besar. Semakin besar.
Dan semakin membesar. Sehingga tidak heran jika orang itu bisa
meninggalkan manusia-manusia kebanyakan jauh dibelakangnya.
Jika dalam computer kita menyebutnya RAM, bagaimana dengan manusia?
Bolehkah saya menyebutnya HAM? Ya. HAM. Human Activated Memory.
Yaitu, memory yang tersimpan dalam diri kita, yang bisa kita gunakan
untuk berurusan dengan hal-hal yang kita hadapi secara spontan.
Memori itu berbahan dasar talenta. Yaitu, potensi yang tersimpan
didalam diri kita. Betul-betul dilatih dan diolah sampai menjadi
kemampuan actual. Sehingga, kapan saja kemampuan itu dibutuhkan, kita
bisa memanggil dan mendayagunakannya secara spontan.
Anda boleh saja mengklaim diri berbakat bermain piano, misalnya.
Tapi, jika bakat itu tidak diasah dengan sungguh-sungguh. Maka klaim
anda hanya akan menjadi bualan belaka. Permainan piano anda tetap
saja jelek. Anda boleh saja mengklaim bahwa diri andalah yang paling
layak mendapatkan promosi itu, bukan pesaing anda. Karena anda
mengira bahwa anda lebih senior. Lebih pintar. Lebih rajin. Tapi,
jika klaim anda itu tidak didukung oleh kapasitas actual yang bisa
anda tunjukkan; maka anda tetap saja akan menjadi karyawan jelek. Dan
hati anda juga jelek, karena dipenuhi rasa iri.
Anda juga boleh menganggap diri sendiri kurang berbakat. Jadi, wajar
saja jika pencapaian anda biasa-biasa saja. Anda tidak dilahirkan
untuk menjadi pemenang. Karena Tuhan memberi anda begitu banyak
keterbatasan. Hey, wake up! Bangun, bung! Tidak ada manusia yang
dilahirkan tanpa keterbatasan. Dan tidak ada manusia yang dilahirkan
tanpa membawa pesan dan seoles kemampuan. Wake up and realize that
YOU; don’t need to be a perfect person to succeed. YOU, just need to
accept yourself just the way you are. And start to enlarge your own
playing ground. Your Human Actualized Memory. Your HAM. Would you?
Rahasia Huruf Pada Nama
Sekadar panduan mengenal diri dan mengenal pasangan anda, baik dia suami, isteri, boyfriend mahupun girlfriend. Seelok-eloknya ambil pen dan cuba gabungkan huruf-huruf berkenaan dan buat definisi sendiri. Ingat, tak wajib betul harus salah, sekadar nak mengenal siapakah dia yang kita mahu menjalinkan cinta kedua tu dan siapakah kita yang tak reti-reti puas tu dan siapakah dia pasangan kita yang sedia ada.
Yang betul itu kebetulan. Jika ia baik ransang terus, jika salah itu juga kebetulan. Jika ia tak baik maka hapus terus.
A = anda boleh jadi terlalu pendiam bila sesuatu ada dlm fikiran anda.
B = anda selalu berwaspada bila bertemu kenalan baru.
C = anda ada kelebihan, jangan malu mempamerkannya.
D = anda ada masalah dalam mempercayai orang lain.
E = anda sentiasa seorang yang exited.
F = semua orang menyayangi.
G = anda ada cara sendiri untuk menilai manusia.
H = anda bukan seorang judgmental, tiada otak keadilan.
I = anda mudah senyum dan boleh buat orang lain tersenyum.
J = anda seorang yang cemburu.
K = anda suka mencuba perkara-perkara baru.
L = anda sangat percaya denga cinta dan mudah tengelam ke dalamnya.
M = kejayaan mudah datang kepada anda.
N = anda suka bekerja, tapi selalu mahukan kerehatan.
O = anda seorang yang berfikiran terbuka.
P = anda seorang yang mudah berkawan dan mudah memahami.
Q = anda seorang hipokrit, pentingkan diri.
R = anda seorang yang gemar bersosial.
S = anda sangat broad-minded.
T = anda ada sikap canggih, amat canggih.
U = anda merasakan anda ada ciri-ciri istimewa standing dengan orang lain.
V = fizikal anda baik sekali.
W = anda suka menyendiri.
X = anda tak akan benarkan org bagitahu anda apa yg patut anda buat.
Y = anda selalu penyebab pada banyak masalah.
Z = anda selalu bergaduh dengan seseorang.
Cuba gabungkan makna-makna huruf ni ikut ejaan nama anda.
Misalnya, kalau TUAH jadinya :
T = anda ada sikap canggih, amat canggih.
U = anda merasakan anda ada ciri-ciri istimewa standing dengan orang lain.
A = anda boleh jadi terlalu pendiam bila sesuatu ada dlm fikiran anda.
H = anda bukan seorang judgmental, tiada otak keadilan.
Disitu kita mungkin kenal diri kita, buatkan juga untuk pasangan kita dan tengok persamaan, jauh dari perbezaan. Hendak cari perbezaan memang seratus kita akan jumpa dan hendak cari perbezaan, seribu yang akan menjelma.
Tak wajib betul harus salah, setakat suka-suka, sekurang2nya kita ada panduan utk mengenal pasangan kita, atau saingan kita. Semuanya ALLAH punya kuasa, tapi tentu setiap sesuatu itu ada rahsia yg tersembunyi. Kalau sekarang baru tahu bukan bermakna ia tak ada, tapi kita yang belum jumpa.
Akhir kata, selamat bercinta buat kali pertama dan itulah yang pertama dan terakhir. Cinta untuk cita-cita kerana cinta bukan untuk ditangisi tapi dinikmati.
-H. M. TUAH ISKANDAR
Jangan Membiasakan Menjepit Gagang Telepon !
Tonjolan tulang dapat memutuskan saluran
pembuluh darah dan memicu stroke. Peringatan berikut ini mungkin perlu
diperhatikan benar oleh para sekretaris, operator, konsultan, dokter dan
para karyawan yang sering menggunakan telepon.
Ingat, janganlah terlampau sering
melepaskan gagang telepon dari tangan Anda dan meletakkannya di antara
pundak dan telinga, sementara tangan melakukan aktivitas lain. Konon,
perilaku semacam itu bisa menyebabkan stroke. Demikian dikemukakan
seorang ahli syaraf asal Perancis pada Jurnal Kesehatan beberapa waktu
lalu.
Seorang psikiater yang biasa berbicara
lewat telepon yang terjepit di telinga kiri dan pundaknya lebih dari satu
jam, dilaporkan menderita stroke ringan. Kejadian naas itu terjadi akibat
adanya tonjolan tulang yang memutuskan saluran pembuluh nadi. Menurut tim
dokter yang meneliti kasus tersebut, pria berusia 43 tahun yang terbiasa
berbicara dengan pasien-pasiennya pada mulanya sehat-sehat saja.
Namun seusai memberikan konsultasi kepada
pasiennya, si psikiater ini mengeluhkan kebutaan sementara pada mata
kirinya, telinga kirinya pun seperti merasakan sebuah dengung. Tak hanya
itu, dia pun mengaku kesulitan untuk berbicara. Kondisi ini menunjukkan
bahwa dirinya menderita stroke ringan.
Dari hasil pemindaian tampaklah adanya
sobekan pada dinding arteri bagian dalam dari organ tubuh si pria tadi.
Sobekan tadi jelas mempengaruhi saluran pengiriman darah yang menuju ke
otak. Seperti diketahui, pada tubuh manusia terdapat dua kelenjar arteri
yang bertugas menyalurkan darah yang mengandung oksigen dari jantung
menuju kepala dan leher. Kedua saluran arteri tersebut naik di kedua sisi
leher, dari jantung menuju otak. Pada gambar scanning tampaklah adanya
sebuah peruncingan tulang yang lazim di sebut sebagai proses stiloid,
yang menyebabkan adanya kontak antara tulang (pada bagian leher) dengan
arteri.
Sebenarnya, setiap orang memiliki dua
tulang stiloid ini. Keduanya menonjol dari dua sisi tulang tengkorak,
tepat di bawah telinga dan di belakang tulang rahang. Namun, tulang yang
dimiliki psikiater tadi lebih panjang dari biasanya.
Mathieu Zuber, ahli syaraf dari rumah sakit
Saint Anne, Paris mengatakan “Untungnya pasien ini hanya mengalami
serangan insemik berkala atau terjadi penghentian suplai darah menuju
otak yang kurang dari 24 jam”. Dengan begitu, hanya stroke ringanlah yang
menyerang psikiater yang biasa bertelepon dengan pasiennya tadi. “Namun,
kejadian ini menunjukkan kepada kita bahwa aktivitas setiap hari yang
melibatkan penyimpangan agak lama di bagian leher, seperti menggunakan
telepon dengan menghimpit antara telinga dan pundak, bisa menimbulkan
masalah yang tidak terduga bagi sebagian orang,” tambahnya.
Ia menambahkan, psikiater tersebut tidak
mengalami gejala stroke terlalu lama. Namun, sejak kejadian itu, ia tidak
mau lagi melakukan pembicaraan dengan cara menghimpit telepon di antara
telinga dan pundaknya saat melayani keluhan pasien-pasiennya. oleh sebab
itu mulai dari sekarang hilangkan kebiasaan tersebut. “Lebih baik
mencegah sebelum hal itu terjadi pada kita semua”. Keep your health…
Another Joke
Malam Minggu…..seorang cowok ngapel kerumah ceweknya….
cow : “sayang aku mo nunjukkin sesuatu sama kamu..”
cew : “apa..??” (kata si cewek dgn perasaan h2c)
cow : “tapi boleh gak kita masuk kamar dulu..?”
cew : “boleh..!!” (katanya dgn senyum manis banget)
setelah masuk kamar….
cow : “boleh ditutup gak pintunya..?? “
cew : “boleh..!!”
cow : “boleh dikunci gak…??”
cew : “boleh..!!” (deg-degan choy..!!)
cow : “boleh ditutup gak jendelanya.. ?”
cew : “boleh..!!”
cow : “boleh dimatiin gak lampunya..?? “
cew : “boleh banget…!!”
after lampu mati….
cow : “kamu mo tau khan apa yg mo aku tunjukkin..? ? “
cew : “iya chayang…!! “
cow : “sini deh…coba kamu pegang tangan aku..”
cew : “apa seh,,dah gak sabar neh!!”
cow : “Liat deh…jam tangan ku bisa nyala…!!
__,_._,___
wawancara Kerja: Apa yang Paling Cepat?
Seorang manager HRD sedang menyaring pelamar untuk satu lowongan di
kantornya. Setelah membaca seluruh berkas lamaran yang masuk, dia
menemukan 4 orang calon bcocok. Dia memutuskan memanggil ke-4 orang
itu dan menanyakan 1 pertanyaan saja. Jawaban mereka akan penentu
apakah akan diterima atau tidak.
Harinya tiba dan ke-4 orang itu sudah duduk rapi di ruangan interview.
Si Manager lalu mengajukan 1 pertanyaan: setahu Anda, apa yang
bergerak paling cepat?
Kandidat I menjawab, “PIKIRAN. Dia muncul begitu saja di dalam kepala,
tanpa peringatan, tanpa ancang-ancang. Tiba-tiba saja dia sudah ada.
Pikiran adalah yang bergerak paling cepat yang saya tahu.”
“Jawaban yang sangat bagus”, sahut si Manager. “Kalau menurut Anda?”,
tanyanya ke kandidat II.
“Hm… KEJAPAN MATA! Datangnya tidak bisa diperkirakan, dan tanpa kita
sadari mata kita sudah berkejap. Kejapan mata adalah yang bergerak
paling cepat kalau menurut saya.”
“Bagus sekali! Dan memang ada ungkapan ’sekejap mata’ untuk
menggambarkan betapa cepatnya sesuatu terjadi.” Si manager berpaling
ke kandidat III, yang kelihatan berpikir keras.
“NYALA LAMPU adalah yang tercepat yang saya ketahui”, jawabnya, “Saya
sering menyalakan saklar di dalam rumah dan lampu yang di taman depan
langsung saat itu juga menyala.”
Si manager terkesan dengan jawaban kandidat III. “Memang sulit
mengalahkan kecepatan cahaya.”, pujinya.
Dilirik oleh sang manager, kandidat IV menjawab, “Sudah jelas bahwa
yang paling cepat itu adalah MENCRET.”
“APA???!!!”, seru sang manager yang terkaget-kaget dengan jawaban yang
tak terduga itu.
“Oh saya bisa menjelaskannya.” , kata si kandidat. “Dua hari lalu kan
perut saya mendadak mules sekali. Cepat-cepat saya berlari ke toilet.
Tapi sebelum saya sempat BERPIKIR, MENGEJAPKAN MATA atau MENYALAKAN
LAMPU, saya sudah berak di celana.”
Tentu saja kandidat terakhir yang diterima…
==============================================
Pengantin Baru
Alkisah ada 3 anak putri: Vira, Voni, dan Veni yang dinikahkan secara
masal oleh orangtuanya. Setelah itu mereka pergi bulan madu bersamaan.
Kalau Vira pergi Pulau Batam, Voni pergi ke Kepulauan Seribu dan Veni
si bungsu pergi ke Bali.
Namanya orang tua sayang sama anak, selama mereka berbulan madu kedua
orang tua mereka minta dikirim kabar tentang segala yang terjadi
selama mereka berbulan madu.
Tapi agar berita yang dikirim agar singkat dan tidak terlalu vulgar,
mereka menggunakan kode/sandi tentang moto-moto iklan. Dan biar
praktis dan murah, disepakati pengiriman lewat SMS.
Tiga hari setelah kepergian anak mereka berbulan madu, diterimalah
sebuah SMS… yang rupanya dari Vira di Pulau Batam. Isi beritanya cukup
sederhana “STANDARD CHARTERED”. Setelah membaca berita tersebut mereka
mencari iklan Standard Chartered di koran dan terbacalah tulisan besar
berbunyi “BESAR, KUAT dan BERSAHABAT”.
Tersenyumlah kedua orang tua mereka membaca berita dari Vira.
Hari ke-4 datang SMS kedua, yang rupanya berasal dari Voni di
Kepulauan Seribu… isi beritanya juga cukup singkat yaitu… “NESCAFE”.
Setelah membaca surat tersebut… dengan tergesa-gesa kedua orang tua
mereka mencari koran dan membaca iklan Nescafe… yang berbunyi…
“NIKMATNYA SAMPAI TETES TERAKHIR”.
Maka kedua orang tua mereka pun tersenyum bahagia sambil sedikit
hahahihi. Hari ke-5 ditunggu tidak ada berita/SMS yang datang hari
ke-6 begitu pula tidak ada sebuah SMS pun hari ke-7 begitu pula tidak
ada kabar dari anak bungsu mereka si Veni yang berbulan madu…
Memasuki hari ke-8… akhirnya kedua orang tua mereka menerima SMS juga
dari Veni yang berbulan madu di Bali dan isi beritanya cukup singkat
“CATHAY PASIFIC”!!!
Segera kedua orang tua mereka mencari iklan penerbangan Cathay Pasific
yang ada di koran… dan dijumpailah iklan penerbangan dengan tulisan
besar: “7 KALI SEMINGGU, 3 KALI SEHARI, 5 JAM NON-STOP!!!”
Mampukah Kita Mencintai Istri Kita Tanpa Syarat ?
Ini cerita nyata, beliau adalah Bp. Eko Pratomo, Direktur Fortis Asset Management yg sangat terkenal di kalangan Pasar Modal dan Investment, beliau juga sangat sukses dlm memajukan industri Reksadana di Indonesia.
Apa yg diutarakan beliau adalah Sangat Benar sekali. Silahkan baca dan dihayati.
*MAMPUKAH KITA MENCINTAI TANPA SYARAT* – - – sebuah perenungan
Buat para suami baca ya, Istri & calon istri juga boleh..
Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah senja bahkan sudah mendekati malam, Pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua.. mereka menikah sudah lebih 32 tahun.
Mereka dikarunia 4 orang anak disinilah awal cobaan menerpa, setelah istrinya melahirkan anak ke empat tiba2 kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.
Setiap hari Pak Suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja dia letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian.
Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum, untunglah tempat usaha Pak Suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang. sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa2 saja yg dia alami seharian.
Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, Pak Suyatno sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur.
Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun, dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke empat buah hati mereka, sekarang anak2 mereka sudah dewasa tinggal si bungsu yg masih kuliah.
Pada suatu hari ke empat anak Suyatno berkumpul dirumah orang tua mereka sambil menjenguk Ibunya. Karena setelah anak mereka menikah sudah tinggal dengan keluarga masing2 dan Pak Suyatno memutuskan Ibu mereka dia yg merawat, yang dia inginkan hanya satu, semua anaknya berhasil.
Dengan kalimat yg cukup hati2 anak yg sulung berkata “Pak kami ingin sekali merawat Ibu semenjak kami kecil melihat Bapak merawat Ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir Bapak. …bahkan Bapak tidak ijinkan kami menjaga Ibu”. dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata2nya “sudah yg keempat kalinya kami mengijinkan Bapak menikah lagi, kami rasa Ibupun akan mengijinkannya, kapan Bapak menikmati masa tua Bapak dengan berkorban seperti ini kami sudah tidak tega melihat Bapak, kami janji kami akan merawat Ibu sebaik-baik secara bergantian …”
Pak Suyatno menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak2 mereka.”Anak2ku …Jikalau perkawinan & hidup didunia ini hanya untuk nafsu, mungkin Bapak akan menikah …tapi ketahuilah dengan adanya Ibu kalian disampingku itu sudah lebih dari cukup, dia telah melahirkan kalian … sejenak kerongkongannya tersekat …kalian yg selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta yg tidak satupun dapat menghargai dengan apapun. Coba kalian tanya Ibumu apakah dia menginginkan keadaannya seperti ini?
Kalian menginginkan Bapak bahagia, apakah batin Bapak bisa bahagia meninggalkan Ibumu dengan keadaanya sekarang, kalian menginginkan Bapak yg masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan Ibumu yg masih sakit.”
Sejenak meledaklah tangis anak2 Pak Suyatno merekapun melihat butiran2 kecil jatuh dipelupuk mata Ibu Suyatno …dengan pilu ditatapnya mata suami yg sangat dicintainya itu.. Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat sendiri Istrinya yg sudah tidak bisa apa2.. disaat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yg hadir di studio kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru disitulah Pak Suyatno bercerita.
“Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi (memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian) adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya mencintai saya dengan hati dan batinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 orang anak yg lucu2 …
Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama …dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. Sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit,,,”
TIPE PENGENDARA motor DI JAKARTA
Saat ini, petumbuhan jumlah kendaraan roda dua di Indonesia, Jakarta pada khususnya, mengalami kenaikan pesat dimana berbanding terbalik dengan kualitas pengendaranya. Dimana para ”pemilik motor” tersebut mengendarai motornya tanpa mengindahkan kaidah2 dan norma serta etika berkendara di jalan raya. Berbeda dengan sekitar 5 s/d 10 thn lalu dimana setiap ”pemula” akan mendapatkan wejangan dari orang tua mengenai norma2 dan kaidah2 berkendara dijalan raya (mobil ataupun motor).
Dewasa ini tipe2 pengendara motor bisa dilihat dari caranya mengendarai. Adapun jenis-jenisnya adalah sebagai berikut.
1. Tipe Anjing Peking
Tipe ini adalah tipe rider paling menyebalkan. Pada saat macet suka sekali klaksonnya menyalak tak henti2 kepada pengendara didepannay, walaupun sedang macet atau lampu masih menyala merah. Tapi digertak biasanya langsugn terkaing-kaing.
2. Tipe Ikan Cupang
Tipe ini adalah tipe rider yang tidak bisa melihat saingan dijalan. Ketemu motor lain yang knalpotnya sama2 sangar atau dandanan sport, langsung menempel mengajak bertarung. Jika lawannya tidak menanggapi, dia akan berkeliaran disekitar si rider lawannya itu sambil menari-narikan buntutnya.
3. Tipe Anjing Herder
Tipe rider yang tidak mau mengalah dalam setiap kesempatan. Biasanya jarang menyerobot barisan, tapi jika ada kendaraan lain akan memotong jalurnya, langsung menyalak atau menerjang menutup jalurnya. Jarang melakukan pelanggaran seperti naik trotoar ataupun menerobos lampu merah, maka itu cepat emosi jika jalurnya diambil orang lain.
4. Tipe Kuda Laut
Tipe rider yang menyebalkan pula. Ciri-cirinya berkendara secara pelan dijalur manapun, entah dijalur kiri atau kanan. Jika diklakson, bahkan diteriaki sekalipun, cuek saja dan buang muka kearah lain. Jika di konfrontasi, langung buang arah tanpa memperdulikan sang lawan.
5. Tipe Burung Merpati
Biasa disebut tipe bebek (tapi dikarenakan mirip jenis kendaraan roda dua, maka diganti saja), dikarenakan sukanya mengintili atau menempel buntut motor lainnya. Biasanya dua atau tiga motor dan seperti merpati, setia dengan pasangannya didepan.
6. Tipe Anak Ayam Tanpa Induk/Cecurut
Hampir mirip dengan tipe Anjing Peking, dikarenakan caranya mengendarai motor persis anak ayam kehilangan induk. Menjerit2kan klakson sambil berjalan tak tentu arah. Sedikit banyak mirip dengan cecurut juga karena menerobos sana sini, tanpa peduli kendaraan lain. Spion kadang menjadi bantalan setang atau bodi belakangnya. Trotoarpun bukan halangan. Tak lupa, klakson yang mencicit-cicit.
7. Tipe Burung Merak
Tipe pengendara yang biasanya menggunakan modifikasi serba mahal, baik motor maupun pengendaranya. Sering membuat lambat lalu lintas yang sudah macet dikarenakan hobbynya mencari kaca-kaca lebar dipinggir jalan, cermin2 yang dijual pinggir jalan, atau kaca mobil yang tipe v-kool atau sparta. Kadang dari kecepatan tinggi, bisa melambat hanya karena ada kaca klinik yang biasanya lebar dan memantul untuk berkaca sejenak.
8. Tipe Kuda Liar/Mustang
Tipe pengendara yang suka memacu kendaraannya dalam kecepatan tinggi. Kadang berjalan pelan, tapi tiba2 tanpa sebab bisa melaju kencang tanpa tedeng aling-aling. Biasanya suka sekali memacu kendaraan ketika lampu merah berubah dari merah menjadi hijau, tak jarang sambil mengangkat roda depan. Biasanya susah ”ditangkap”nya.
9. Tipe Cumi-Cumi
Tipe pengendara dengan motor yang tidak terawat atau motor dua tak yang oli sampingnya dibuat boros. Menyebalkan dikarenakan meninggalkan asap tebal bagai cumi-cumi melarikan diri.
10. Tipe Tipe Elang
Tipe pengendara yang identik dengan BM Polisi. Berjalan tenang dan damai, tiba-tiba bisa “menukik” cepat jika melihat pelanggaran dengan matanya yang sangat awas.
Tipe yang manakah anda?
IDIOTS ON THE COMPUTER
|
Jika Anda merasa gaptek soal komputer, jangan kuatir. Bukan Anda saja yang merasa demikian. Jim Cartlon, seorang jurnalis Wall Street Journal, baru-baru ini mengumpulkan keluhan dari para konsumen komputer Amerika. Dan ternyata keluhan mereka jauh lebih “idiot” daripada yang kita kira. Berikut petikan keluhan2 konsumen itu : 1. Compaq pernah mempertimbangkan untuk mengubah perintah “Press ANY Key” menjadi “Press ENTER Key” dikarenakan banyaknya telefon yang menanyakan letak tombol “ANY” di keyboard. 2. AST Technical Support menerima laporan konsumen karena kesulitan menggunakan mouse. Saat Techinal Support berkunjung, mereka menemukan mouse tersebut tidak bisa digunakan… karena masih terbungkus rapi di 3. Di tahun 1980-an, ketika disket masih berukuran besar, Teknisi Compaq pernah menerima keluhan seorang konsumen yang disketnya tidak terbaca oleh drive-disk komputer. Setelah diselidiki, ternyata konsumen itu 4. Sebuah keluhan lain dari konsumen AST yang mengatakan disket mereka terkena virus yang sulit dibersihkan. Petugas AST meminta orang itu mengirimkan kopi disket yang terinfeksi itu untuk dipelajari. Beberapa hari kemudian, petugas AST menerima foto kopi disket dari konsumen tersebut. 5. Seorang konsumen DELL mengeluhkan kalau dia tidak dapat mengirimkan fax via komputer. Setelah diarahkan selama 40 menit lewat telepon, petugas DELL menemukan kalau konsumen itu mencoba mengefax via komputer dengan cara menempelkan kertas yang akan di fax di depan monitor. 6. Seorang konsumen DELL lain mengeluh karena keyboard yang digunakannya sudah tidak bisa berfungsi sejak dibersihkan. Ketika ditanya caranya membersihkan keyboard, dia menjelaskan, “Saya mencuci dan menggosok 7. Seorang konsumen DELL marah besar karena tidak bisa menyalakan komputer yang baru dibelinya. “Semua sudah terpasang dengan baik. Tapi setiap kali saya tekan pedal kaki , tidak terjadi apa-apa.” Setelah diselidiki ternyata “pedal kaki” yang dimaksud orang itu adalah : mouse. 8. Seorang lagi konsumen DELL marah besar karena komputer barunya tidak nyala. Dia menjelaskan semua sudah terpasang dengan benar, dan ketika dia menunggu selama 20 menit, tidak terjadi apa-apa pada komputernya.Ketika teknisi DELL menanyakan apakah “power switch” sudah dinyalakan, dia balik bertanya, “Power switch apa?” 9. Berikut adalah tanya-jawab antara petugas Novell NetWire dengan seorang konsumen :
|
-
Archives
- December 2008 (4)
- November 2008 (2)
- September 2008 (3)
- August 2008 (7)
- July 2008 (3)
- June 2008 (16)
- May 2008 (27)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS

